Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

Peringati Hari Pangan Sedunia, Kuningan Pastikan Harga Sembako Tetap Terjangkau

Redaksi
Jumat, 17 Oktober 2025
Last Updated 2025-10-17T02:56:51Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
masukkan script iklan disini

KUNINGAN - CIREMAIPOS.COM,-
Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-80 tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) kembali melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Kertawana, Kecamatan Kalimanggis, Kamis (16/10/2025). Kegiatan ini merupakan lanjutan dari GPM hari pertama yang sukses digelar di Desa Kawungsari, Kecamatan Cibeureum, sehari sebelumnya.

GPM menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus momentum memperingati HPS yang diperingati setiap 16 Oktober. Tahun ini, tema global HPS mengusung semangat “Bergandengan Tangan untuk Pangan yang Lebih Baik dan Masa Depan yang Lebih Baik.”

Beragam komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, gula, telur, cabai, bawang, dan daging dijual dengan harga di bawah pasar namun tetap berkualitas. Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan petani lokal.

Dalam sambutannya, Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menegaskan bahwa pangan adalah hak dasar rakyat yang wajib dijamin negara. Momentum HPS, menurutnya, menjadi pengingat penting untuk memperkuat kerja sama lintas sektor demi mewujudkan sistem pangan yang tangguh dan berkeadilan.
“Hari ini kita tidak sekadar bertransaksi bahan pangan, tetapi meneguhkan semangat kebersamaan dalam memastikan setiap keluarga di Kuningan terpenuhi kebutuhan pangannya. Bagi kami, pangan bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan hak dasar rakyat,” ujar Bupati Dian.

Ia menambahkan, pelaksanaan GPM bertepatan dengan HPS menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keterjangkauan harga sembako dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.
“Beras bukan hanya kebutuhan, tapi juga simbol kesejahteraan dan harga diri bangsa. Pemerintah akan terus menghadirkan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” tuturnya.

Bupati Dian mengungkapkan, GPM terselenggara berkat sinergi antara Pemkab Kuningan dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui dukungan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi. “Melalui dukungan ini, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat diperluas ke seluruh desa,” katanya.

Bupati juga menekankan bahwa GPM merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga kestabilan harga dan melindungi daya beli masyarakat. “GPM adalah ikhtiar untuk menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi, dan memastikan masyarakat tetap tenang serta optimistis menghadapi dinamika ekonomi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala DKPP sekaligus Pj. Sekda Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., menuturkan bahwa GPM tidak sekadar kegiatan jual-beli, tetapi juga intervensi strategis dalam menjaga ketahanan pangan dan pengendalian inflasi.
“Gerakan Pangan Murah kami gelar untuk memastikan masyarakat tetap dapat mengakses bahan pangan dengan harga stabil dan terjangkau. Ini adalah bentuk nyata kepedulian pemerintah,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, GPM di Desa Kertawana dapat terlaksana atas dukungan langsung Pemprov Jabar setelah Bupati berkoordinasi dengan Gubernur. Masyarakat pun mendapatkan harga pangan dengan potongan khusus sebagai bentuk peringatan HPS.

Dalam kegiatan ini, DKPP menyiapkan 2 ton beras kemasan 5 kilogram atau sekitar 400 karung. Harga pasar beras Rp14.000 per kilogram, namun dijual Rp11.500 per kilogram. Selain itu tersedia minyak goreng, telur, tepung terigu, daging, dan sayuran dengan harga terjangkau

Wahyu menegaskan bahwa GPM bukan program bagi-bagi sembako, melainkan mekanisme pasar yang diarahkan untuk membantu masyarakat secara berkeadilan. Selain menjaga pasokan dan harga, GPM juga menjadi sarana edukasi penting untuk mendorong masyarakat mencintai produk lokal.
“Ketahanan pangan tidak hanya dibangun dari produksi, tetapi juga dari kesadaran konsumsi masyarakat terhadap produk daerah sendiri. Dengan begitu, ekonomi lokal akan semakin kuat,” ujarnya.

Di akhir penyampaiannya, Wahyu menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak mulai dari petani, pelaku UMKM pangan, distributor, hingga aparatur pemerintah yang telah berkolaborasi menjaga keseimbangan sistem pangan daerah.
“Momentum Hari Pangan Sedunia ini menjadi refleksi bahwa urusan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab moral kita semua,” pungkasnya.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, Gerakan Pangan Murah di Kertawana menjadi bukti bahwa menjaga ketahanan pangan bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan gerakan sosial yang berpihak pada kesejahteraan rakyat.

Dengan semangat HPS ke-80, Pemkab Kuningan menegaskan komitmennya memperkuat rantai pangan dari produksi hingga konsumsi, memastikan tidak ada warga yang kekurangan pangan, dan menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera.

/Moris
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl