masukkan script iklan disini
KUNINGAN - CIREMAIPOS.COM,- Kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan bermotor kembali disorot tajam oleh Ketua Gubas Resort Kuningan, Manap Suharnap. Ia menilai masih banyak pengusaha transportasi yang beroperasi dan meraup keuntungan di Kabupaten Kuningan namun enggan memutasi kendaraannya ke pelat lokal, sehingga pajak yang seharusnya menjadi milik daerah justru mengalir ke wilayah lain.
Manap menegaskan, kendaraan operasional usaha yang setiap hari mencari penumpang di Kuningan wajib memberikan kontribusi nyata kepada daerah. Namun fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya. Ia menyebut sejumlah perusahaan transportasi besar seperti bus Primajasa yang pajaknya tercatat di Bekasi, serta bus Rafael yang membayar pajak di Indramayu, meski aktivitas bisnis mereka berpusat di Kuningan. Ujar manap kepada Redaksi ciremaipos.com. Senin (24/11/2025)
“Ini ironi. Kendaraan-kendaraan itu mengais rezeki dari warga Kuningan, tetapi pemasukan pajaknya malah memperkaya daerah lain. Lalu apa manfaatnya bagi kita?” tegas Manap dalam kritiknya.
Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan dan pendataan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kuningan. Menurutnya, Bappenda seharusnya lebih peka terhadap potensi PAD yang justru dibiarkan bocor begitu saja.
“Pertanyaannya, mengapa Bappenda tidak bergerak? Sudah jelas banyak kendaraan luar daerah yang beroperasi di Kuningan. Mengapa tidak ada tindakan tegas atau pendataan khusus? Ini menunjukkan minimnya inisiatif dan lemahnya fungsi pengawasan,” katanya tajam.
Manap mendesak pemerintah daerah untuk mengefektifkan kebijakan mutasi kendaraan menjadi pelat Kuningan sebagai langkah konkret meningkatkan PAD. Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur, fasilitas publik, serta kualitas layanan masyarakat sangat bergantung pada pendapatan pajak daerah.
“Jangan biarkan Kuningan hanya jadi tempat bisnis, tetapi tidak mendapat manfaat ekonomi yang layak,” pungkasnya.
/Red

