masukkan script iklan disini
KUNINGAN - CIREMAIPOS.COM,- Pembangunan di kawasan lereng Arunika kembali memicu polemik setelah sebuah video yang menampilkan jalur menyerupai sirkuit di area perbukitan viral di media sosial. Video tersebut langsung mengundang perhatian publik dan mempertanyakan kejelasan perizinan serta status pembangunan di wilayah yang dikenal rawan bencana itu.
Menindaklanjuti maraknya perbincangan tersebut, awak media melakukan investigasi lapangan pada Rabu (3/12/2025). Setibanya di pintu masuk kawasan Lembah Ciremai, Kecamatan Kramatmulya, terlihat adanya pembukaan akses jalan baru yang diduga kuat mengarah ke kawasan Agro Wisata Arunika.
Pemilik Agro Wisata Arunika dikenal aktif dalam kegiatan politik dan diyakini memahami seluruh regulasi terkait perizinan pembangunan. Namun, informasi yang beredar menyebutkan adanya dugaan tekanan politik halus dalam proses perizinan proyek tersebut. Dugaan ini muncul di tengah kontribusi sang pemilik dalam berbagai program untuk Kuningan, seperti pengolahan kohe menjadi gas dan sejumlah program sosial lainnya.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran publik bahwa kepentingan politik dapat mempengaruhi proses perizinan yang seharusnya ketat, terutama mengingat kawasan tersebut rentan terhadap kerusakan lingkungan. Pembukaan lahan tanpa pengawasan berpotensi memicu bencana seperti longsor maupun gangguan ekosistem.
Demi menjaga ketertiban pembangunan dan melindungi kelestarian alam, masyarakat mendesak Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi, bersama tim ahli dari Kementerian Lingkungan Hidup, untuk melakukan inspeksi mendadak ke lokasi. Desakan ini muncul agar tidak terjadi praktik kongkalikong atau penyalahgunaan wewenang yang dapat merugikan masyarakat dan lingkungan sekitar.
/Dodo

