masukkan script iklan disini
KUNINGAN - CIREMAIPOS. COM, - Dilansir dari Kuningansatu.com,- Dugaan perluasan lahan kawasan wisata Arunika yang terletak di Desa Cisantana Kecamatan Cigugur yang baru-baru ini menjadi pembahasan hangat beberapa pihak mulai dari aktivis, mahasiswa, hingga ke masyarakat setempat terus memunculkan pertanyaan publik terlebih setelah beredar sebuah video pinpoint google earth yang menunjukan sebuah penampakan jalan berkelok berwarna coklat tanah yang kontras dengan sekitar yang berwarna hijau.
Sebelumnya pihak Mukhlis mewakili PT. Puspita Cipta Group sebagai holding dari Arunika sempat memberikan klarifikasi bahwa penampakan kawasan yang ramai dibicarakan ini merupakan aktivitas penggantian vegetasi setempat yang dilakukan oleh owner Arunika.
Mukhlis juga menjelaskan bahwa di kawasan tersebut kini tengah dilakukan penggantian pohon-pohon non endemik seperti kaliandra dengan beberapa tanaman kayu dan pohon endemik seperti damar, jamuju, pinus, hingga beringin. Mukhlis juga menjelasakan bahwa jalan melingkar yanh disebut-sebut mirip sirkuit itu juga dibuat sedemikian rupa untuk menghindari beberapa jenis pohon yang dipertahankan.
“Kita lagi ganti-ganti kaliandra. Jalan tanah yang belok-belok itu karena kita menghindari pohon yang ingin dipertahankan,” papar Mukhlis, Minggu (30/11/2025).
Menindaklanjuti hal tersebut, tim redaksi kuningansatu.com, Selasa (2/12/2025) mencoba untuk turun langsung ke lokasi yang saat ini mulai menjadi sorotan publik karena penampakan dari google earth mirip dengan ‘sirkuit’.
Tim redaksi mengambil jalur Desa Pajambon menuju Obyek Wisata Cilengkrang untuk memasuki kawasan tersebut.
Setibanya di batas kawasan yang disebut-sebut mirip ‘sirkuit’ ini tim redaksi langsung disuguhi pemandangan jalan tanah yang tengah terbuka lebar hasil pengupasan yang diduga dilakukan menggunakan alat berat dengan lebar jalan berdasarkan pengamatan kurang lebih 5 meter.
Pemandangan lain yang didapati tim redaksi ada beberapa pohon yang memang ditebang yang diduga berada di hamparan yang saat ini menjadi akses jalan tersebut.
Hal tersebut menunjukkan apa yang disampaikan oleh pihak PT. Puspita Cipta Group memang benar adanya bahwa tengah dilakukan penanaman.
Di sisi lain lokasi, tim redaksi juga menemukan sebuah saluran air yang terbuat dari bahan precast beton yang memanjang di sekitaran lokasi yang merupakan perbatasan antara dua Desa yakni Cisantana dan Pajambon termasuk sebuah alat berat yang masih beraktivitas.
/Red

